Tampilkan postingan dengan label PENGETAHUAN. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label PENGETAHUAN. Tampilkan semua postingan

Kamis, 22 September 2016

MAKALAH MENGENAI BATIK



TUGAS
KESENIAN dan KEBUDAYAAN 


                                                        

Tentang

“BATIK”

























 




















                                                                     
Nama                                            : Jelita Febrianti Falentina

                               

DINAS PENDIDIKAN KOTA MALANG
SMP NEGERI 8 MALANG
Thn.2011-2012

Pengertian Batik :

Kata Batik berasal dari bahasa Jawa “amba” yang berarti menulis dan “titik”. Kata batik merujuk pada kain dengan corak yang dihasilkan oleh bahan “malam” (wax) yang diaplikasikan ke atas kain, sehingga menahan masuknya bahan pewarna (dye), atau dalam Bahasa Inggrisnya “wax-resist dyeing”.

è Jadi  kesimpulannya , batik adalah jenis seni kriya dua dimensi yang proses pembuatannya dengan berbagai macam teknik , sepeti : teknik cap dan teknik tulis.


Jenis-jenis Batik menurut Teknik Pembuatan :
Teknik membatik telah dikenal sejak ribuan tahun yang silam. Tidak ada keterangan sejarah yang cukup jelas tentang asal usul batik. Ada yang menduga teknik ini berasal dari bangsa Sumeria,  kemudian dikembangkan di Jawa setelah dibawa oleh para pedagang India. Saat ini batik bisa ditemukan di banyak negara seperti Indonesia, Malaysia, Thailand, India, Sri Lanka, dan Iran. Selain di Asia, batik juga sangat populer di beberapa negara di benua Afrika. Walaupun demikian, batik yang sangat terkenal di dunia adalah batik yang berasal dari Indonesia, terutama dari Jawa..
a)      Batik tulis merupakan adalah kain yang dihias dengan tekstur dan corak batik menggunakan tangan. Pembuatan jenis batik ini memerlukan waktu ± 2-3 bulan. Tetapi hasilnya yaitu karya yang orisinil dan mempunyai harga jual tinggi.


 







b)     Batik Cap merupakan kain yang dihias dengan tekstur dan corak batik yang dibentuk dengan cap dan biasanya terbuat dari tembaga.  Proses pembuatan batik jenis ini membutuhkan waktu kurang lebih 2-3 hari. Batik cap ini masih termasuk batik tradisional, karena motif-motif yang digunakan berasal dari motif daerah.



 







c)      Batik Lukis merupakan proses pembuatan batik dengan cara langsung melukis pada kain putih. Jenis batik ini termasuk karya batik modern. Motif dan teknik pembuatannya bergaya bebas (tidak terikat aturan tertentu),karena batik lukis dipakai oleh orang-orang yang senang dengan pakaian santai tetapi mempunyai gaya artistik.



 










d)      Batik Sasirangan (Jumputan)  merupakan kain adat suku Banjar di Kalimantan Selatan, yang  dibuat dengan teknik tusuk jelujur kemudian diikat tali raffia dan selanjutnya dicelup.
e)      atik Print (Digital) merupakan proses pembuatan batik dengan cara disablon melalui klise. Teknik pembuatan batik print relatif sama dengan produksi sablon, yaitu menggunakan klise untuk mencetak motif batik di atas kain. Proses pewarnaannya sama dengan proses pembuatan tekstil biasa yaitu dengan menggunakan pasta yang telah dicampur pewarna sesuai keinginan, kemudian di print sesuai dengan motif. Jenis batik ini dapat diproduksi dalam jumlah besar karena tidak melalui proses penempelan lilin dan pencelupan seperti batik pada umumnya, hanya saja motif yang dibuat adalah motif batik. Oleh karena itu batik print merupakan salah satu jenis batik yang fenomenal, kemunculannya dipertanyakan oleh beberapa seniman dan pengrajin batik karena dianggap merusak tatanan dalam seni batik, sehingga mereka lebih suka menyebutnya kain bermotif batik.
                        




è Cara membedakan batik print dan batik tulis dengan melihat permukaan di balik kain, biasanya kain batik print warnanya tidak meresap ke seluruh serat kain, dan hanya menempel pada permukaan kain, sehingga di balik kain masih terlihat sedikit berwarna putih.

Macam-macam motif Batik :

a)      Batik Pekalongan :
è Batik Pekalongan termasuk batik pesisir yang paling kaya akan warna. Sebagaimana ciri khas batik pesisir, ragam hiasnya biasanya bersifat naturalis. Jika dibanding dengan batik pesisir lainnya , Batik Pekalongan ini sangat dipengaruhi pendatang keturunan China dan Belanda. Motif Batik Pekalongan sangat bebas dan menarik, meskipun motifnya terkadang sama dengan Batik Solo atau Yogya , seringkali dimodifikasi dengan variasi warna yang atraktif. Tak jarang pada sehelai kain batik dijumpai hingga 8 warna yang berani, dan kombinasi yang dinamis. Motif yang paling populer dan terkenal dari pekalongan adalah motif Batik Jlamprang. Batik Pekalongan banyak dipasarkan hingga ke daerah luar Jawa , diantaranya Sumatera Barat, Sumatera Selatan, Jambi, Minahasa, hingga Makassar. Biasanya pedagang batik di daerah ini memesan motif yang sesuai dengan selera dan adat daerah masing-masing. Keistimewaan Batik Pekalongan adalah para pembatiknya selalu mengikuti perkembangan jaman . Misalnya pada waktu penjajahan Jepang, maka lahir batik dengan nama Batik Jawa Hokokai’ yaitu batik dengan motif dan warna yang mirip kimono Jepang. Pada umumnya batik Jawa hokokai ini merupakan batik pagi-sore.



 









b)     Batik Malangan :

è Sebanyak 12 motif batik tulis khas Malangan  hasil produksi Batik Tulis Celaket diperagakan secara istimewa  oleh para  model dari Andre Modelling School (AMS) dan penyandang cacat. Peragaan dan promosi batik tulis khas Malangan  itu digelar di pelataran MOG dalam acara bertajuk ‘Tiga Jam Bersama Batik Tulis Celaket’. Warga dari berbagai kalangan antusias menyaksikan peragaan batik. Peragaan busana berbahan Batik Tulis Celaket itu berlangsung istimewa. Para penyandang cacat itu adalah pembatik khas Malangan asal Batik Tulis Celaket. Karya mereka pun sudah dikenal luas. Desainer batik Malangan dari Batik Tulis Celaket, Ira Hartanti , 12 motif batik tulis yang diperagakan kemarin diantaranya tentang singa, bunga puring, anggrek, abstrak, bunga padam dan berbagai motif lain. Batik  khas Malangan , sebenarnya berkualitas dan memiliki ciri khas serta berkarakter Malangan. Acara yang digelar Batik Tulis Celaket itu , untuk mempromosikan batik tulis Malangan. Sebab saat ini promosi terhadap karya seni yang khas Malang tersebut belum dilakukan secara semarak. Karya Batik Tulis Celaket merupakan hasil karya para penyandang cacat. “Mereka telah menghasilkan karya seni yang indah dalam batik tulis Celaket,”.











 








                                                                                                                                     

c)      Batik Cirebon :



 






è Batik Tulis Cirebon - Primissima Super
Batik-batik ini terbuat dari bahan Primissima, yang sangat nyaman ketika dipakai, dipadu dengan corak-corak yang unik, menjadikan batik ini sangat cantik dan menawan.



 





è Batik Tulis Cirebon - Primissima Super Xtra
Batik ini terbuat dari Primissima yang lebih halus. Corak Mega Mendung dipadu dengan corak2 lain, menjadikan batik ini sangat khas dan istimewa. Miliki segera, dan Anda pun akan segera menjadi pusat perhatian.




è Batik Tulis Cirebon - Primissima Super Plus
Batik ini dibuat melalui proses yang lebih rumit dan membutuhkan waktu lebih lama dalam prosesnya. Corak khas Cirebon Mega Mendung (dengan sentuhan yang lebih halus) mendominasi Batik dalam tipe ini

                               
Alat, Bahan ,dan Perwarna :

a)      Alat-alat yang diperlukan untuk pembuatan batik :
¹  Meja kaca                      : untuk membuat desain (rancangan) batik
¹  Canting                          : alat yang digunakan untuk penulisan batik
¹  Pensil 3B atau 4B  : untuk membuat  rancangan gambar batik 
¹  Alat penunjang          : kompor kecil , panci , ember , sendok
¹  Gawangan                    : tempat untuk mencampurkan kain yang siap di tulis
¹  Kompor dan wajan    : untuk memanaskan (mencairkan) malam










 








                                                                            Canting
                                                                            Bahan : tembaga dan bambu
Kompor dan Wajan                
Bahan : besi dan seng

b)     Bahan-bahan yang diperlukan :
¹  Kain katun atau Sutera
¹  Malam (plastisin)   : malam kuning , malam coklat , atau malam putih
  Untuk membatasi warna di kain
¹  Bahan pelengkap : turkis re oil , soda api , dan soda abu
alam
Bahan : lilin



c)      Perwarna :
¹  Naptol
¹  Garam wana atau garam diazo
¹  Rapidogin
¹  Zat warna asam
¹  Direk

è Dimulai dengan daun jambu dan daun mangga yang menurut beberapa referensi, dapat dipakai menjadi bahan dasar pewarna alam. Hasilnya, kain yang dicelup dengan daun jambu cenderung berwarna khaki sedangkan pewarnaan menggunakan daun mangga memunculkan warna hijau muda (pupus). Ketika larutan ditambah dengan tawas, warna yang muncul menjadi lebih kuat (tua).
è Kini pewarna alam kembali diminati dan berkembang dikalangan pembuat batik walaupun lebih rumit pembuatannya. Alasan utamanya adalah pewarna alam lebih ramah lingkungan dan otomatis hasil warnanya lebih natural… lebih sejuk dipandang mata. Bahan utama yang digunakan untuk membuat pewarna alam ini dapat ditemukan di sekitar kita, bunga, kulit buah bahkan kulit kayu juga dapat dimanfaatkan.
è Cara pembuatannya pun cukup sederhana , sebagai berikut :
v  Kita hanya perlu mencuci material yang akan dipergunakan, lalu dipotong kecil-kecil dan direbus minimal 12 jam. Semakin lama kita merebusnya semakin bagus hasil pewarnaannya.
v ntuk mendapatkan warna ungu kita dapat memakai kulit buah manggis, warna coklat, abu-abu, dan hitam dapat digunakan kulit rambutan, untuk warna kuning dan oranye kita dapat mencoba menggunakan kunyit. Dan pastinya masih banyak bahan-bahan lain yang dapat dipergunakan untuk dijadikan zat warna alam… mengapa tidak kita coba berkreasi dengan bahan-bahan disekitar kita… terutama bahan yang sudah tidak dapat kita pergunakan , lagi pula dapat kita gunakan menjadi alternatif daur  ulang yang cukup menarik.



 



 


Kamis, 28 Februari 2013

adaptasi dan seleksi alam



ADAPTASI DAN SELEKSI ALAM

A.      Pengertian adaptasi
Salah satu ciri makhluk hidup adalah mampu menyesuaikan diri dengan lingkungannya. Kemampuan makhluk hidup untuk menyesuaikan diri dengan lingkungannya disebut adaptasi. Adaptasi ini bertujuan untuk mempertahankan hidupnya. Tiap jenis makhluk hidup memiliki cara-cara adaptasi yang berbeda terhadap lingkungannya.

B.       Jenis Adaptasi pada hewan
1.         Adaptasi Morfologi
Penyesuaian makhluk hidup melalui perubahan bentuk organ tubuh, struktur tubuh atau alat-alat tubuh organisme untuk kelangsungan hidupnya.

Contoh dari adaptasi morfologi :

a.       Bentuk paruh
1)        Burung pipit mempunyai paruh pendek dan kuat. Bentuk paruh ini sesuai untuk memakan jenis biji-bijian. Paruh ini berfungsi untuk menghancurkan biji tersebut.
2)        Burung elang mempunyai paruh yang kuat, tajam dan melengkung bagia ujungnya. Paruh seperti ini sesuai untuk mencabik mangsanya.
3)        Bebek mempunyai paruh yang berbentuk seperti sudu. Bentuk paruh ini sesuai untuk mencari makanan di tempat becek, berlupur atau di air.
4)        Burung pelatuk mempunyai paruh yang panjang kuat dan runcing. Paruh burung pelatuk untuk mencari serangga yang bersembunyi di kulit pohon. Dalam lubang pohon, atau pada batang pohon yang lapuk.
5)        Burung kolibri mempunyai paruh berbentuk panjang dan runcing. Bentuk paruh seperti ini memudahkan untuk menghisap nektar.
6)         Burung pelikan mempunyai paruh berkantong. Paruh yang demikian memudahkannya untuk menangkap ikan dalam air.
Dari penjelasan di atas dapat dikatakan bahwa ada kesesuaian antara bentuk paruh burung dengan jenis makanannya.

b.      Bentuk kaki
1)        Bentuk kaki burung kakatua untuk memanjat, selain itu juga untuk memegang makanan.
2)        Kaki ayam untuk mengais tanah saat mencari makanan.
3)        Burung elang mempunyai kaki kuat dan kuku yang tajam, kaki ini untuk mencengkeram mangsanya.
4)        Burung pipit mempunyai kaki yang langsing yaitu untuk bertengger.
5)        Kaki itik dan pelikan berselaput sehingga cocok untuk berenang di air.
6)        Burung pelatuk pandai memanjat karena bentuk kakinya sesuai untuk memanjat.

c.       Jenis mulut
1)        Mulut penghisap, serangga mempunyai cara khusus untuk memperoleh makanan.
2)        Mulut penusuk, nyamuk mempunyai bentuk mulut penusuk dan penghisap. Mulutnya dapat menghisap makanan berupa darah manusia atau hewan.
3)        Mulut  penggigit dan pengunyah, jangkrik mempunyai bentuk mulut penggigit dan pengunyah. Mulut ini mempunyai gigi-gigi kecil untuk menguyah makanan yang berupa daun.
4)        Mulut penyerap, lalat rumah mempunyai alat penyerap pada mulutnya. Alat penyerap ini seperti spons (gabus), alat ini untuk menyerap makanan terutama yang berupa cairan.

d.      Bentuk gigi pada hewan
Misalnya seperti gigi singa, harimau, citah, macan, yang runcing dan tajam untuk makan daging, sedangkan pada gigi sapi, kambing, kerbau, biri-biri, domba tidak runcing dan tajam karena giginya lebih banyak dipakai untuk memotong rumput atau daun dan untuk mengunyah makanan.

2.         Adaptasi Fisiologi
Adalah penyesuaian yang dipengaruhi oleh lingkungan sekitar yang menyebabkan adanya penyesuaian pada alat-alat tubuh untuk mempertahankan hidup dengan baik.



Contoh adaptasi morfologi pada hewan :

a.       Unta
Unta hidup di daerah padang pasir yang kering, gersang, dan panas. Bentuk dan susunan tubuh unta sesuai dengan keadaan alam di padang pasir. Pada saat minum unta mampu meneguk air dalam jumlah yang banyak. Air tersebut disimpan sebagai cairan tubuh.
b.      Beruang kutub dan anjing laut
Beruang kutub dan anjing laut mempunyai lapisan lemak yang tebal untuk bertahan hidup di daerah yang dingin. Beruang kutub hidup di daerah kutub yang dingin. Hewan yang hidup di daerah dingin mempunyai bentuk kaki yang besar dan lebar untuk berjalan di salju. Bulunya tebal dan telinganya kecil untuk mengurangi kehilangan panas.
c.       Pinguin
Pinguin merupakan hewan yang hidup di daerah kutub yang bersuhu dingin. Sejak lahir pinguin memiliki bulu yang tebal. Bulu yang tebal ini membuatnya merasa hangat walaupun berada di daerah yang dingin. Hal ini merupakan bentuk penyesuaian diri pinguin terhadap lingkungannya.

3.         Adaptasi Tingkah Laku
Adaptasi tingkah laku adalah penyesuaian tigkah laku makhluk hidup terhadap lingkungan tempat hidupnya. Contoh dari adaptasi tingkah lau pada hewan adalah sebagai berikut :

a.         Cumi-cumi, sotong dan gurita
Cumi-cumi, sotong dan gurita hidup di laut, ketika diserang musuh hewan-hewan ini mengeluarkan cairan hitam seperti tinta. Akibatnya air menjadi keruh. Saat itulah hewan-hewan ini melarikan diri. Cumi-cumi dapat berenang dengan cepat untuk menghindari musuhnya tersebut.

b.        Cicak dan kadal
Cicak dan kadal memutuskan ekornya jika diserang oleh musuh, tindakan hewan memutuskan bagian tubuhnya disebut dengan autotomi. Hal ini dilakukan untuk mengelabuhi musuhnya..
c.         Paus
Paus merupakan hewan mamalia yang hidup di air. Mereka bernapas dengan paru-paru. Untuk menghirup udara yang mengandung oksigen, hewan tersebut muncul ke permukaan air. Setiap paus muncul ke permukaan air untuk menghirup udara sebanyak-banyaknya sampai paru-parunya penuh sekali, yaitu sekitar 3.350 liter.
Setelah itu, paus akan menyelam kembali ke dalam air. Dengan udara sebanyak itu, paus mampu bertahan selama kira-kira setengah jam di dalam air. Pada saat muncul kembali di permukaan air, hasil oksidasi biologi dihembuskan melalui lubang hidung, seperti pancaran air mancur. Sisa oksidasi ini berupa karbon dioksida yang jenuh dengan uap air yang telah mengalami pengembunan (kondensasi).
d.        Landak
Landak mempunyai kulit berduri dan kaku. Saat menghadapi bahaya, landak mengembangkan durinya. Selain itu landak juga berusaha membelakangi musuh. Dengan demikian apabila musuhnya menyerang, tubuh musuh akan tertusuk duri. Walaupun duri landak ini tidak beracun tetapi dapat membuat lawannya terluka.
e.         Trenggiling dan luing
Trenggiling dan luing akan menggulung tubuhnya jika mendapat gangguan dari luar. Trenggiling mempunyai kulit berupa sisik yang keras. Saat menggulung, bagian perutnya yang lunak akan terlindungi suatu perisai yang sangat keras.
f.         Kura-kura, ikan dan bengkarung, marmut, landak
Beberapa hewan melewati musim dingin dengan tetap giat mencari makan. Sementara itu hewan yang lain bertahan hidup dengan terlelap dalam suatu tidur khusus yang dinamakan hibernasi. Ciri-ciri hewan yang melakukan hibernasi, yaitu suhu tubuh rendah serta detak jantung dan pernapasan sangat lambat. Tujuannya untuk menghindari cuaca yang sangat dingin, kekurangan makanan, dan menghemat energi.
g.      Kelelawar dan tupai
Beberapa hewan bergerak mencari tempat perlindungan dan tidur. Tidur di musim panas disebut estivasi. Tujuan hewan melakukan estivasi adalah untuk menghindari panas yang tinggi dan kekurangan air. Kelelawar dan beberapa tupai adalah mamalia yang berestivasi untuk menghindari cuaca kering.
h.        Bunglon
Bunglon dapat megubah warna kulit sesuai dengan warna lingkungannya. Misalnya di daun yang berwarna hijau bunglon berwarna hijau. Tindakan hewan mengubah warna kulitnya saat melindungi diri dinamakan mimikri.
i.          Kalajengking, lebah dan kelabang
Hewan-hewan ini menggunakan sengatnya untuk melindungi diri. Sengat tersebut dapat mengeluarkan zat beracun yang dapat melukai musuh atau pemangsanya.
j.          Belalang daun
Belalang daun biasanya hinggap di dedaunan untuk mencari makanan. Tubuh belalang daun berwarna hijau mirip warna daun sehingga tersamarkan. Hal ini menyulitkan musuhnya untuk mengetahui keberadaan belalang tersebut.
k.        Walang sangit
Walang sagit merupakan hewan dalam kelompok serangga. Walang sagit hinggap di dedaunan untuk mencari makanan. Walang sangit dapat mengeluarkan bau yang sangat menyengat. Bau ini untuk mengusir musuhnya.
l.          Kecoa, musang, kumbang dan ular tidak berbisa.
Hewan-hewan tersebut akan berpura-pura mati jika diserang oleh musuh. Hal ini dilakukan untuk mengelabuhi musuhnya. Jika musuhnya sudah pergi, hewan tersebut akan melarikan diri.
C.       Adaptasi pada tumbuhan
Selain hewan yang menyesuaikan diri dengan lingkungan , tumbuhan juga memiliki cara yang unik untuk menyesuaikan diri dengan lingkungannya agar dapat bertahan hidup di lingkungan tersebut. Oleh karena itu, bentuk penyesuaian dirinya pun berbeda-beda disesuaikan dengan lingkungan tempat hidupnya.

1.         Penyesuaian tumbuhan untuk melindungi dirinya dari musuh
a.         Bambu
Bambu memunyai rambut-rambut halus, rambut-rambut halus tersebut dapat menyebabkan gatal-gatal di kulit.
b.        Salak, bunga mawar dan putri malu
Salak, bunga mawar dan putri malu mempunyai duri. Duri ini untuk melindungi diri dari musuhnya. Duri tersebut dapat melukai hewan yang mencoba mengganggunya.
c.         Pohon nangka, pohon karet, dean bunga kamboja
Jenis-jenis tumbuhan tersebut mampu mengeluaran getah. Getah dapat menempel ketubuh hewan yang mengganggunya
d.      Durian
Kulit buah durian memiliki duri yang sangat tajam. Duri ini sebagai alat pertahanan diri dari musuhnya. Adaya kulit durian ini membuat biji yang berada didalam buah terlindungi. Biji pada buah durian dapat digunakan sebagai alat perkembangbiakan.
e.       Buah belimbing
Buah belimbing saat masih muda terasa pahit dan sepat. Oleh Karena itu, tidak ada hewan yang memakan buahnya. Dengan demikian biji yang berada di dalam buah belimbing terlindungi, biji ini di gunakan sebagai alat perkembangbiakan.
f.       Sembung kuning dan jenis jamur tertentu
Tumbuhan ini menghasilkan racun di dalam tanah sehingga tidak ada jenis tanaman yang mampu tumbuh di dekatnya.
g.      Kemiri, kedawung, saga, asam dan salak
Tumbuhn ini memiliki kulit biji yang keras sehingga hewan lain tidak bisa memakan buahnya.
h.        Cabai, tomat, rempah , tumbuhan obat serta bumbu
Jenis tumbuhan ini mampu menghasilkan minyak yang berbau tidak sedap. Dengan bau yang tidak sedap ini maka hewan pemangsa tidak mau memakannya

2.         Ciri khusus tumbuhan berdasarkan tempat hidupnya

a.      Xerofit     : yaitu tumbuhan yang menyesuaikan diri dengan lingkungan yang kering. Cara adaptasi xerofit  antara lain mempunyai daun berukuran kecil atau bahkan tidak berdaun (mengalami modifikasi menjadi duri), batang dilapisi lapisan lilin yang tebal, dan berakar panjang sehingga berjangkauan sangat luas.
1)        Kaktus
Kaktus merupakan tanaman xerofit yaitu tanaman yang tumbuh di daerah kering atau sedikit air. Kaktus mempunyai bentuk daun yang kecil dan tebal, batangnya berdaging tebal batang yang seperti ini untuk menyimpan air. Ada beberapa xerofit daun ini berubah bentuknya menjadi runcing seperti duri atau bulu-bulu serta permukaannya mempunyai lapisan lilin. Dengan bentuk seperti itu, dapat mengurangi penguapan air yang berlebihan sehingga tidak kekeringan.
2)        Pohon jati
Pohon jati menyesuaikan diri dengan cara menggugurkan daunnya saat musim kemarau. Pengguguran daun ini bertujuan agar tidak terjadi penguapan yang berlebihan yang dapat menyebabkan tumbuhan kekurangan air dan mati. Pengguguran daun pada musim kemarau juga dilakukan oleh tumbuhan lain, seperti mahoni dan kedondong walaupun tidak sebanyak pada pohon jati.
b.     Hidrofit    :  yaitu tumbuhan yang menyesuaikan diri dengan lingkungan berair. Cara adaptasi hidrofit, antara lain berdaun lebar dan tipis, serta mempunyai banyak stomata.
Contohnya : Teratai,  Enceng gondok dan kangkung
1)        Teratai
Teratai mempunyai daun yang tipis dan lebar serta permukaannya dilengkapi dengan bulu yang halus. Bentuk seperti ini sangat menguntungkan. Daun yang lebar berguna untuk keperluan fotosintesis sedangkan bulu halus diperlukan untuk menjaga agar permukaan daun selalu kering. Selain itu batang teratai memiliki rongga-rongga udara. Rongga udara ini berfungsi membawa oksigen kebatang dan akar. Hal ini memungkinkan teratai tetap dapat bernafas, walaupun akar dan batang berada di dalam air.
2)        Enceng gondok
Eceng gondok hidup mengapung di permukaan air. Agar dapat mengapung tumbuhan ini memiliki batang yang menggembung berisi rongga udara seperti spons. Tumbuhan enceng gondok akarnya tidak menancap di dasar perairan. Akarnya sangat lebat dan berguna untuk menjaga keseimbangan agar tidak terbalik.
c.     Higrofit    : Tumbuhan higrofit yaitu tumbuhan yang hidup di habitat lembab, misalnya lumut, paku-pakuan, dan talas/keladi. Tumbuhan ini melakukan adaptasi dengan cara sebagai berikut :
1). Daun lebar dan tipis untuk mempercepat penguapan.
2). Memiliki stomata lebih banyak dari golongan Xerofit.
3).Memiliki lapisan lilin/kutikula yang tipis.
4). Sering melakukan gutasi (yaitu penetesan pada ujung daun melalui celah pada tepi daun yang disebut hidatoda/gutatoda).
3.         Tumbuhan pemakan serangga
a.         Kantung semar
Tumbuhan ini mampu menangkap serangga dengan menggunakan daun berupa kantung yang di dalamnya terdapat cairan yang memiliki bau yang khas. Bau tersebut dapat mengundang serangga yang berada disekitarnya sehingga serangga yang hinggap dapat tergelincir dan masuk kedalam kantung. Serangga yang terperangkap menjadi makanan bagi kantung semar. Tumbuhan pemakan serangga seperti kantung semar disebut tumbuhan insektivora.
b.        Daun kejora
Daun kejora memiliki ciri-ciri khusus yaitu:
-          Daunnya berengsel
-          Bagian tepi daun berbulu dan lengket
-          Jika ada serangga yang menyentuh bulu daun akan mengatup
-          Daun kejora menghasilkan enzim menitik untuk menghancurkan serangga
-          Daun kejora menyerap mineral serangga.
c.         Pungu api
Tidak berbeda jauh dengan daun kejora, pungu api mempunyai ciri dan cara menangkap serangga hampir sama yaitu;
-          Daun bagian atas menghasilkan zat perekat
-          Tepi daun berbulu lembut dan lengket
-          Jika ada serangga yang meyentuh bulu segera menangkap dan merekat
-          Serangga dihancurkan dan diserap mineralnya.
D.           Seleksi Alam
Merupakan proses penyeleksian secara alamiah oleh lingkungan sekitar (alam). Sehingga bila makhluk hidup tidak mampu beradaptasi dengan baik maka akan terseleksi dengan sendirinya oleh alam. Alam akan mempertahankan individu dengan sifat yang baik yang mampu bertahan hidup pada lingkungan sekitar..
Seleksi alam terjadi karena adanya faktor-faktor pembatas yang terdapat di alam seperti factor makanan, perubahan lingkungan, predator, tempat tinggal, mendapatkan pasangan dll. Kesemua factor-faktor pembatas tersebut terdapat di alam, sehingga dengan demikian alam sendirilah yang menyeleksi individu.
Contoh seleksi alam
a.         Jerapah yang berfariasi lehernya karena adanya factor pembatas berupa factor makanan yang muncunya jerapah berleher panjang yang merupakan persilangan dari jerapah berleher pendek dan berleher panjang.
b.        Burung Finch (pipit) yang bermigrasi dari Ekuador, Amerika Selatan menuju kepulauan Galapagos. Hal ini juga terjadi karena adanya faktor pembatas berupa factor makanan. Dari burung Finch dengan paruh pendek, pemakan biji-bijian, akan beradaptasi dengan lingkungan yang baru serta makanan yang tersedia sehingga muncullah burung Finch dengan berbagai macam paruh tergantung jenis makanannya. Dengan demikian spesies yang muncul di kemudian hari berbeda dengan pertama kali yang datang di kepulauan Galapagos.
c.         Kupu-kupu Biston betularia, dengan sayap berwarna putih bintik-bintk pada awalnya lebih banyak  dibandingkan dengan Bisto betularia dengan sayap hitam. Pada saat terjadinya revolusi industry di Inggris, jumlah Biston betularia bersayap putih semakin berkurang dan imigrasi ke daerah pedesaan. Sedangkan Biston betularia bersayap hitam tetap bertahan. Untuk yang bersayap putih lama kelamaan tersingkirkan atau terseleksi sehingga tinggallah yang bersayap hitam. Biston betularia bersayap hitam tetap bertahhan karena warna sayapnya yang tersamarkan denga warna jelaga, sedangkan yang berwarna putih akan cepat tertangkap oleh predator. Biston betularia bersayap putih tetap akan bertahan hidup di pedesaan karena mereka hidup di pohon-pohon dan tersamarkan degan warna lumut kerak (Lichenes) dengan jumlah yang semakin berkurang.